PERSONAL LOAN SITE
 
pinjaman ringan tanpa agunan
C H O I C E :  
  HOME
  BAGAIMANA CARANYA?
  FORMULIR PINJAMAN
  PERSYARATAN
  FACTOR RATE
  TABEL PINJAMAN
  GUESTBOOK / BUKUTAMU / TANYA-JAWAB
  CONTACT
  FORUM DISKUSI
  INFO KEUANGAN
  SHARE
  PENILAIAN
  BOOKSTORE
  PROPERTY
  PELUANG USAHA
  MAGAZINE
This Design by : blakatuk72@yahoo.com
BOOKSTORE
Berikut beberapa buku-buku yang layak Anda baca, untuk menunjang manajemen keunagan Anda.



Excel untuk Akuntansi dan Manajemen Keuangan


ein Bild


ISBN 979-763-555-4
By A. Deanta
16x23cm, 304hlm
Cetakan II, 2007
Harga Awal: Rp.65.000 ,-

Microsoft Excel merupakan program spreadsheet yang sangat populer di berbagai kalangan. Beragam fasilitas dan fungsi yang dimilikinya mampu membantu Anda dalam mengolah data keuangan. Buku ini membahas bagaimana Excel diaplikasikan pada bidang bisnis, khususnya keuangan. Beragam persoalan manajemen keuangan dalam aktivitas bisnis sehari-hari dikupas dalam bentuk studi kasus terapan yang komprehensif.

Dengan mempelajari buku ini Anda akan semakin terampil dan handal dalam mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan fungsi Excel khususnya dalam bidang manajemen keuangan.

Pokok bahasan:
Praktik Manajemen Keuangan
Laporan Keuangan
Studi Kelayakan Proyek
Analisis Laba Kotor
Analisis Rasio Keuangan
Analisis Laporan Keuangan Komparatif
Manajemen Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Break-Event Point Penetapan Harga Jual Produk
Angsuran Pinjaman
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Informasi Diferensial
Resiko Investasi
Investasi Aktiva Tetap
Penyusutan Aktiva Tetap


Freakonomics : Ekonom Cerdas yang Mengguncang Publik

ein Bild

Judul Buku : FREAKONOMICS - A Rogue Economist Explores the Hidden Side of Everything. Penulis : Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Buku ini berkisah tentang ikhtiar seorang ekonom muda brilian yang mencoba menyingkap fakta kehidupan sehari-hari yang ada disekitar kita. Ia mencoba membedahnya dengan dibekali segudang data statistik yang kaya dan ketajaman pisau analisa yang menghujam. Steven D. Levitt, sang ekonom itu, selalu memberangkatkan analisanya dengan bekal setumpuk data yang ekstensif : data itu bisa berupa angka-angka nan membosankan atau daftar statistik yang berjibun. Levitt berujar, jika diolah dengan tepat dan tajam, data angka itu selalu akan menyembulkan segenap insight yang mencerahkan, meski acap bertentangan dengan keyakinan umum (conventional wisdom). Dan benar, melalui beragam kasus yang dibahasnya dengan amat memikat dalam buku ini, Levitt membawa kita pada sederet temuan yang segar dan acap mengejutkan.

Buku ini sebenarnya merupakan narasi populer atas sejumlah riset yang selama ini telah dilakukan oleh Steven Levitt, ekonom muda dari University of Chicago yang memenangkan penghargaan prestisus John Bates Clark Medal pada tahun 2003 (penghargaan ini diberikan pada ekonom terbaik Amerika yang berusia dibawah 40 tahun. Lebih dari 50 % pemenang penghargaan ini beberapa tahun kemudian pasti akan mendapatkan nobel ekonomi). Dalam penggarapan buku ini Levitt dibantu oleh Stephen J. Dubner, seorang jurnalis dari majalah New Yorker. Sentuhan Dubner inilah yang mungkin menjelaskan mengapa gaya bahasa riset yang cenderung akademis berubah menjadi renyah dan enak dibaca.

Terdapat beragam tema yang dieksplorasi dalam buku ini : mulai dari mengapa sistem ujian nasional yang diberlakukan di Amerika terbukti telah mendorong para guru untuk melakukan kecurangan dengan merubah hasil jawaban murid agar menjadi benar; hingga tentang faktor apa saja yang membuat orangtua menjadi sempurna (ternyata orang tua yang membacakan buku tiap hari kepada anaknya tidak punya pengaruh apa-apa terhadap keberhasilan anak tersebut). Dalam buku ini juga diulas korelasi antara nama seseorang dengan kisah sukses (ternyata faktor nama punya pengaruh terhadap kesuksesan seseorang !).

Salah satu temuan Levitt yang juga mengundang kontroversi adalah tentang faktor yang menyebabkan turunnya angka kriminalitas secara drastis di Amerika pada tahun 1990-an hingga kini. Penurunan dramatis ini sungguh mengejutkan karena hanya beberapa tahun sebelumnya banyak pakar yang meramalkan akan terjadinya ledakan sosial akibat angka kriminalitas yang terus melambung. Segera sejumlah pakar menyebut faktor yang menyebabkan angka kriminalitas itu turun secara signifikan : mulai dari faktor jumlah dan profesionalisme polisi yang kian meningkat, faktor peraturan kepemilikan senjata api yang makin ketat, hingga faktor tingkat ekonomi masyarakat Amerika yang kian membaik. Persoalannya tidak ada satupun faktor penjelas ini yang benar. Dan Levitt kemudian membuktikan dengan data-data yang valid bahwa ada satu faktor penting yang mempengaruhi turunnya angka kriminalitas secara drastis : faktor itu adalah legalisasi aborsi yang mulai diberlakukan di Amerika secara nasional pada tahun 1973, atau sekitar 25an tahun sebelum angka kriminalitas mendadak turun.

Melalui serangkaian data yang ekstensif, Levitt membuktikan bahwa anak-anak yang tidak dikehendaki lahir oleh ibunya (karena beragam faktor sosial ekonomi) kelak beberapa tahun kemudian hampir pasti akan menjadi preman dan bromocorah. Nah, ketika aborsi dilegalkan, dan ibu-ibu yang hamil secara terpaksa tersebut diperbolehkan membunuh janin yang tidak dikehendakinya, maka jutaan ibu-ibu yang bernasib serupa itu telah melakukan satu tindakan penting : mereka telah melenyapkan jutaan calon preman sejak mereka masih ada dalam kandungan. Dan itulah yang menjelaskan mengapa pada tahun 90-an atau sekitar 25an tahun sejak legalisasi aborsi di tahun 1973, mendadak angka kriminalitas turun secara masif. Sebabnya : jutaan bibit calon preman telah dieliminasi oleh para ibunya sebelum mereka menikmati nafas pertamanya di muka bumi.

Dengan serangkaian ilustrasi dan kasus yang menarik, buku ini tak pelak mampu memberikan kesegaran yang mencerahkan. Agaknya benar pujian yang diberikan oleh mingguan Sunday Telegraph pada cover belakang buku ini : Penuh sensasi.....Anda akan terangsang, terprovokasi, dan sekaligus terhibur. Berapa banyak buku yang bisa seperti ini?? www.BukuManajemen.com


Judu Buku :

Winning the Talent Wars

ein Bild

How to Build a Lean, Flexible, High-Performance Workplace. Penulis : Bruce Tulgan

Bayangkanlah sebuah skenario berikut. Perusahaan Anda memiliki seorang high performing manager, dan selama ini telah memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan serta profit perusahaan. Anda juga percaya, manajer ini akan sangat berperan dalam menentukan posisi perusahaan dalam pertempuran bisnis di masa depan. Mendadak di suatu pagi Anda mendengar berita mengejutkan dari Manajer SDM yang bertutur bahwa manajer brilian ini telah dibajak oleh perusahaan pesaing Anda. Tidakkah berita ini merupakan pukulan telak bagi masa depan perusahaan Anda?

Dalam wacana bisnis, kita juga acap mendengar kisah pembajakan top talent seperti diatas. Kisah semacam ini tidak saja terjadi dalam industri perbankan, namun juga dalam industri lainnya, semacam industri farmasi, makanan, rokok, teknologi dan industri lainnya. Perusahaan acapkali tertegun ketika tiba-tiba salah satu top talent-nya dibajak melalui jaringan headhunter yang bergerilya dimana-mana.

Selamat datang dalam era talent war ! Inilah sebuah era dimana top talent saling diperebutkan oleh perusahaan yang merasa kekurangan SDM yang mumpuni dan mampu bersaing dalam persaingan bisnis yang kian tajam. Situasi ini barangkali sedikit menyisakan ironi. Disaat angka pengangguran kian meningkat, ternyata banyak individu yang punya talenta tinggi justru dikejar-kejar oleh puluhan perusahaan. Inilah sosok individu yang memiliki keahlian khusus, pengalaman unik, dan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan guna memenangkan persaingan dalam medan pertarungan bisnis.

Buku yang ditulis Bruce Tugan ini membahas secara ekstensif bagaimana strategi perusahaan memenangkan sebuah pertempuran memperebutkan para top talents. Dalam konteks ini, tulis Tulgan, perusahaan mesti terlebih dahulu memiliki roadmap yang jelas mengenai bagaimana mereka akan membangun, mengembangkan dan memelihara para top talent-nya. Menurutnya, langkah pertama yang mesti dilakoni adalah mengidentifikasi posisi-posisi strategis dalam perusahaan. Inilah deretan posisi yang memiliki peran penting bagi penumbuhan daya saing perusahaan. Atau dengan kata lain, posisi-posisi inilah yang akan membentuk core competence perusahaan dan membawanya ke singgasana kemenangan. Dan ingat : tidak semua posisi dalam sebuah perusahaan bersifat strategis.

Langkah berikutnya adalah membentuk apa yang disebut sebagai talent pool; atau kumpulan karyawan yang dianggap potensial dan kapabel. Barisan karyawan inilah yang kelak akan disiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis perusahaan. Demikianlah, deretan karyawan potensial ini kemudian dicemplungkan dalam kawah candradimuka untuk diuji kompetensinya. Kawah penggemblengan ini tidak mesti melulu melalui program pendidikan atau pelatihan; namun juga bisa dilakoni via penugasan khusus (special assignment), skema mentoring, atau melalui pemekaran tugas dan tanggungjawab (job enrichment). Harapannya, melalui beragam program pengembangan ini, para karyawan tersebut menjadi kian matang dan benar-benar siap menjadi top talent perusahaan.

Langkah terakhir, dan yang menurut Tulgan justru paling urgen yang mesti dilakukan adalah ini : menjaga agar barisan talent pool yang kian matang itu tidak dibajak oleh pesaing. Adalah sebuah tragedi jika kita telah bertahun-tahun dengan penuh ketekunan merawat sang bunga, namun ketika telah mekar tiba-tiba sang bunga itu dicaplok oleh sang musuh.

Beragam cara dapat dilakukan untuk menjaga sang bunga dari bujuk rayu dan terkaman headhunter. Salah satunya adalah dengan memberikan remunerasi yang sangat kompetitif kepada barisan talent pool yang terpilih. Selain itu juga dengan terus menerus memberikan challenging jobs bagi mereka; serta dibarengi pemberian otonomi yang kian besar. Langkah lainnya untuk menjaga barisan talents ini adalah dengan menaruh mereka dalam fast track career path, sehingga mereka bisa tumbuh dengan cepat dan dinamis. Untuk menjaga agar para top talent tidak terbang keluar, Tulgan juga menyarankan agar perusahaan bersifat agresif dalam menawarkan aneka program: mulai dari program pembagian saham perusahaan, program flexi work schedule, work-from-home, hingga fasilitas gym lengkap dalam perusahaan.

Membangun top talent secara internal memang membutuhkan konsistensi, ketekunan dan waktu yang panjang. Namun ketika tekanan persaingan makin besar, maka pengembangan top talent merupakan pilihan yang tak terelakkan. Sebab dengan cara inilah, kita bisa memastikan bahwa perusahaan kita tidak segera mati ditelan arus perubahan zaman. (www.BukuManajemen.com)


Judu Buku :

Strategy Maps

ein Bild

Converting Intangible Assets into Tangible Outcomes. Penulis : Robert Kaplan dan David Norton

Buku bertajuk Strategy Maps ini merupkan ekspansi dan eksplorasi secara lebih mendalam dari karya fenomenal Kaplan dan Norton sebelumnya yang berjudul Balanced Scorecard. Seperti telah diketahui, konsep balanced scorecard telah menjelma menjadi salah satu alat manajemen yang paling populer dalam sepuluh tahun terakhir ini. Yang membuat konsep ini sangat populer barangkali adalah “kekuatan kesederhanaan dan eleganitas” yang terkandung didalamnya. Ide mengenai pengukuran kinerja melalui key performance indicators sendiri sesungguhnya telah ada sejak tahun 50-an. Yang membuat balanced scorecard menjadi powerful adalah ketika ia kemudian memetakan kinerja perusahaan dalam empat perspektif yang solid, dan kemudian melukiskannya dalam bentuk strategy maps yang koheren. That’s the beauty of balanced scorecard !!

Meski demikian, mesti harus segera dikatakan bahwa balanced scorecard bukanlah lampu aladin yang mendadak akan membuat perusahaan menjadi sakti. Balanced scorecard pada dasarnya hanya sebuah cermin dengan mana kita bisa mematut diri secara utuh – apakah kita telah berpenampilan elok atau belum, dan jika belum, kita bisa tahu apa yang mesti diperbaiki. Karena itu jika setelah kita menerapkan balanced scorecard, kinerja perusahaan tak juga kunjung membaik, ya jangan seperti pepatah : buruk rupa cermin dibelah. Dengan kata lain, pemetaan strategi serta perumusan KPI dan target kinerja berdasar balanced scorecard memang sangat penting. Namun proses eksekusi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan dalam peta strategi itu barangkali jauh lebih penting.

Seperti disebutkan diatas, Strategy Maps mencoba bergerak lebih dalam dari buku Kaplan dan Norton sebelumnya. Secara spesifik buku ini mengeksplorasi dua perspektif yang merupakan aspek pendorong (leading perspectives), yakni perspekftif proses bisnis internal dan perspektif learning and growth.

Dalam perspektif proses binis internal, buku ini membaginya dalam empat tema utama, yakni tema mengenai proses manajemen operasional, proses manajemen pengelolaan pelanggan, proses inovasi dan tema tentang proses sosial/regulasi. Keempat tema utamalah inilah yang seyogyanya mengisi sasaran-sasaran strategi dalam perspektif proses bisnis internal. Proses manajemen pelanggan dimasukkan juga dalam perspektif proses bisnis karena ia merupakan sebuah proses internal yang harus dikelola dengan baik guna memberikan best customer value proposition. Melalui proses pengelolaan pelanggan yang optimal ini maka diharapkan akan memberi dampak positif bagi pencapaian sasaran dalam perspektif pelanggan. Pembahasan semua tema dalam perspektif proses bisnis internal ini dilakukan secara menyeluruh, dan juga diberikan contoh-contoh KPI dalam setiap tema yang dibahas.

Sedangkan dalam perspektif learning and growth, Kaplan dan Norton menyebutkan adanya tiga tema utama yang layak dijadikan sasaran strategis, yakni tema pengembangan SDM, tema pengembangan organisasi (organization development) serta tema pengembangan sistem informasi korporat. Ketiga tema ini kemudian juga dibahas secara ekstensif, serta diberikan contoh KPI untuk masing-masing tema yang diulas.

Buku Strategy Maps ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh riil strategy maps yang telah disusun oleh puluhan organisasi – baik organisasi perusahaan, publik ataupun organisasi nirlaba. Dari contoh-contoh strategy maps ini kita juga bisa memperoleh pelajaran yang berharga mengenai bagaimana contoh nyata aplikasi dari konsep balanced scorecard. Melalui pembahasan yang jernih dan disertai dengan beragam kasus yang riil, buku ini akan sangat membantu dalam proses perumusan strategy maps yang jitu, dan sekaligus identifikasi KPI yang tepat. Ini tentu saja bisa menjadi bekal yang berharga dalam proses implementasi balanced scorecard di lapangan. www.BukuManajemen.com


WHY WE WANT YOU TO BE RICH

MENGAPA KAMI INGIN ANDA MENJADI KAYA

ein Bild

ISBN   :   9789792227598
Pengarang   :   DONALD J. TRUMP
ROBERT T. KIYOSAKI
Penerbit   :   Gramedia Pustaka Utama, PT.
Penerbitan   :   2007
Bahasa   :   INDONESIA
Sampul   :   Soft Cover
Ukuran   :   15 x 23 cm
Berat   :   0.60 kg
Bonus   :   -
Jumlah Halaman   :   391 hal
Stok   :   193
Harga   :   Rp 86.000,00



Today  
   
Advertisement  
   
Syarat Peminjaman  
  - Diutamakan mempunyai
kartu kredit

- Minimal pendapatan
perbulan Rp. 3 juta

- Berdomisili di Jakarta

- Memenuhi syarat-syarat
lainnya


 
Email Data Anda  
  Untuk mempercepat proses peminjaman, sangat lebih baik jika Anda mengirimkan langsung data Aplikasi Pribadi.

Misalnya :
- Nama Lengakp
- Alamat
- Telp /Hp
- Besarnya Pinjaman
- Tujuan Peminjaman
- Pas Foto
- Dll

Kirimkan via e-mail
kami di:

ya2nglela@yahoo.com

atau ke :

pinjamanringan@yahoo.co.id


 
Jika Tidak Punya Kartu Kredit  
  Tidak sulit jika Anda tidak memiliki Kartu Kredit. Anda bisa melampirkan permohonan Anda dengan Slip Gaji terakhir.


 
Tanya Jawab  
  Kami tidak melayani tanya jawab via e-mail atau SMS, sms atau email hanya untuk mengirimkan aplikasi atau data Anda. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuaran data yang datang pada mail box kami. Tanya jawab akan kami layani via Telp. atau Hp. Karena keterbatasan waktu kami melayani banyaknya peminjam, kami mohon Anda memakluminya.


 
Today, there have been 19 visitors (45 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=